Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan penjelasan resmi terkait wacana penghematan anggaran pertahanan dan kepolisian yang disinggung Presiden Prabowo Subianto. Pihak Istana menegaskan bahwa opsi pengurangan anggaran tersebut masih sebatas kemungkinan jika situasi mendesak.
Kondisi Fiskal Indonesia Dinilai Masih Aman
Baca Juga
-
Canda Prabowo Soal Kaus Prabowonomics PKB, Gerindra Saja Tak Pakai
Presiden Prabowo berkelakar melihat kader PKB memakai kaus "Prabowonomics" saat Harlah ke-28...
-
Hadir di Harlah PKB, Prabowo Mengaku Sempat Batal Datang Karena Kelelahan
Presiden Prabowo Subianto mengaku hampir batal menghadiri puncak Harlah ke-28 PKB karena...
-
Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Tekankan Pekerjaan Masih Banyak
Menjelang dua tahun kepemimpinannya, Presiden Prabowo menegaskan perjalanan pemerintah masih...
-
Kemenkeu Diminta Jelaskan Batas Keterlibatan TNI-Polri Awasi Pajak
Anggota Komisi XI DPR RI meminta Kemenkeu menjelaskan dasar hukum dan ruang lingkup pelibatan...
Prasetyo menyampaikan bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini dalam kondisi yang cukup kuat dan fiskal negara terjaga. Defisit anggaran dalam APBN berjalan juga masih berada pada batas yang sangat aman.
"Ya kan kemungkinan ya, kemungkinan itu kan artinya kalau memang dalam situasi yang apa namanya, dibutuhkan ya mungkin itu akan dilakukan," ujar Prasetyo di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Efisiensi Demi Mengentaskan Kemiskinan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran demi menghilangkan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
"Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," tegas Prabowo di hadapan para personel TNI-Polri.
Komitmen Optimalisasi Anggaran Negara
Pemerintah memastikan bakal terus bekerja keras agar penggunaan anggaran dapat berdaya guna secara optimal. Istana menekankan fokus utama penghematan difokuskan pada program prioritas penanganan masyarakat miskin.