Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) membawa risiko besar bagi para pelajar. Para siswa tak hanya berpotensi menjadi korban kejahatan siber berbasis AI, tetapi juga berisiko menjadi pelaku jika tidak memahami etika penggunaan teknologi.
Edukasi untuk Mitigasi Kejahatan AI
Baca Juga
-
Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Tekankan Pekerjaan Masih Banyak
Menjelang dua tahun kepemimpinannya, Presiden Prabowo menegaskan perjalanan pemerintah masih...
-
Prabowo Minta Keterlibatan TNI-Polri di Sawah Tak Perlu Dipersoalkan
Presiden Prabowo Subianto meminta semua pihak tidak mempersoalkan langkah keterlibatan TNI dan...
-
Prabowo Minta Pemimpin Tak Takut Rapor Jelek Lembaga Rating Global
Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat tidak takut dengan isu rapor jelek dari lembaga...
-
Yusril Ungkap Sidang Kabinet Prabowo Tak Bahas Kasus Febrie Adriansyah
Menteri Koordinator Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra memastikan kasus dugaan korupsi eks...
Kepala Biro Teknologi Informasi dan Komunikasi (Karo Tekkom) Divtik Polri, Brigjen Pol Indarto, menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Training of Trainers (ToT) Program Paham AI Tahun 2026 di Jakarta pada Selasa (21/7/2026).
"Adik-adik itu berpotensi untuk menjadi korban kejahatan di bidang AI, berpotensi juga menjadi pelaku. Nah untuk itu kita cegah, kita mitigasi dengan cara seperti ini," ujar Indarto.
Riset Mayoritas Pelajar Belajar AI Otodidak
Indarto menjelaskan, edukasi ini mendesak karena mayoritas pelajar sudah aktif menggunakan AI tanpa pendampingan. Berdasarkan riset terhadap 11.550 pelajar di Jawa Tengah, sebanyak 94 persen siswa mengaku telah mampu menggunakan AI secara otodidak.
Tanpa pemahaman yang memadai, pelajar rentan terjebak dalam berbagai ancaman kejahatan digital. Beberapa risiko utama yang mengintai di antaranya penipuan digital, penyebaran konten palsu, hingga kejahatan siber lainnya.
Targetkan 10 Juta Siswa di Seluruh Indonesia
Sebagai langkah konkret, ToT kali ini diikuti 65 peserta yang terdiri dari 55 calon trainer dari 11 Polda pilot project serta 10 master trainer dari Polda Jawa Tengah. Para trainer ini nantinya bertugas menyebarluaskan Program Paham AI hingga ke tingkat Polres.
Polri menargetkan program edukasi literasi AI ini dapat menjangkau minimal 10 juta siswa secara bertahap. Untuk merealisasikannya, Polri menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) beserta dinas pendidikan dan pihak sekolah.