Polri Ingatkan Pelajar Berpotensi Jadi Korban dan Pelaku Kejahatan AI

Ilustrasi Polri menggelar program edukasi pemanfaatan teknologi AI untuk para pelajar.
Ilustrasi Polri menggelar program edukasi pemanfaatan teknologi AI untuk para pelajar.
Ringkasan: Polri mengingatkan pelajar berisiko menjadi korban sekaligus pelaku kejahatan AI dan menargetkan edukasi literasi AI ke 10 juta siswa.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) membawa risiko besar bagi para pelajar. Para siswa tak hanya berpotensi menjadi korban kejahatan siber berbasis AI, tetapi juga berisiko menjadi pelaku jika tidak memahami etika penggunaan teknologi.

Edukasi untuk Mitigasi Kejahatan AI

Baca Juga

Kepala Biro Teknologi Informasi dan Komunikasi (Karo Tekkom) Divtik Polri, Brigjen Pol Indarto, menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Training of Trainers (ToT) Program Paham AI Tahun 2026 di Jakarta pada Selasa (21/7/2026).

"Adik-adik itu berpotensi untuk menjadi korban kejahatan di bidang AI, berpotensi juga menjadi pelaku. Nah untuk itu kita cegah, kita mitigasi dengan cara seperti ini," ujar Indarto.

Riset Mayoritas Pelajar Belajar AI Otodidak

Indarto menjelaskan, edukasi ini mendesak karena mayoritas pelajar sudah aktif menggunakan AI tanpa pendampingan. Berdasarkan riset terhadap 11.550 pelajar di Jawa Tengah, sebanyak 94 persen siswa mengaku telah mampu menggunakan AI secara otodidak.

Tanpa pemahaman yang memadai, pelajar rentan terjebak dalam berbagai ancaman kejahatan digital. Beberapa risiko utama yang mengintai di antaranya penipuan digital, penyebaran konten palsu, hingga kejahatan siber lainnya.

Targetkan 10 Juta Siswa di Seluruh Indonesia

Sebagai langkah konkret, ToT kali ini diikuti 65 peserta yang terdiri dari 55 calon trainer dari 11 Polda pilot project serta 10 master trainer dari Polda Jawa Tengah. Para trainer ini nantinya bertugas menyebarluaskan Program Paham AI hingga ke tingkat Polres.

Polri menargetkan program edukasi literasi AI ini dapat menjangkau minimal 10 juta siswa secara bertahap. Untuk merealisasikannya, Polri menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) beserta dinas pendidikan dan pihak sekolah.