Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh menghapuskan kemiskinan ekstrem di Indonesia dengan memusatkan 29 kebijakan strategis bagi masyarakat kategori desil 1 hingga desil 4. Pengumuman penting ini disampaikan langsung dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Tiga Kategori Utama Program Kesejahteraan
Baca Juga
-
Canda Prabowo Soal Kaus Prabowonomics PKB, Gerindra Saja Tak Pakai
Presiden Prabowo berkelakar melihat kader PKB memakai kaus "Prabowonomics" saat Harlah ke-28...
-
Hadir di Harlah PKB, Prabowo Mengaku Sempat Batal Datang Karena Kelelahan
Presiden Prabowo Subianto mengaku hampir batal menghadiri puncak Harlah ke-28 PKB karena...
-
Istana Buka Suara soal Peluang Pemangkasan Anggaran Pertahanan dan Polri
Istana menjelaskan peluang pemangkasan anggaran pertahanan dan Polri oleh Presiden Prabowo...
-
Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Tekankan Pekerjaan Masih Banyak
Menjelang dua tahun kepemimpinannya, Presiden Prabowo menegaskan perjalanan pemerintah masih...
Seluruh kebijakan yang disiapkan pemerintah terbagi ke dalam tiga kelompok utama. Program tersebut meliputi program penghapusan kemiskinan menuju target 0 persen, program universal, serta program afirmatif.
Dalam paparannya, Prabowo menyoroti keberlanjutan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar 10 juta keluarga desil 1 sampai desil 4. "Keluarga-keluarga itu menerima antara Rp 75.000 sampai Rp 250.000 per bulan," ujar Prabowo.
Dukungan Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Pemerintah juga mengalokasikan bantuan besar pada sektor pendidikan. Bantuan mencakup Program Sekolah Rakyat senilai Rp 4 juta per siswa per bulan untuk desil termiskin, KIP Kuliah untuk 1,2 juta mahasiswa, hingga Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjangkau 22,1 juta siswa.
Di sektor kesehatan, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini membiayai 96,8 juta jiwa. Prabowo menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat miskin sangat nyata dan tegap.
Subsidi Energi dan Bantuan Pangan
Pemerintah turut menyalurkan berbagai subsidi mulai dari LPG, solar, listrik, hingga transportasi publik. Bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per 3 bulan juga dibagikan kepada 33,24 juta keluarga.
"Kita akan lebih kaya, karena kita tidak mau jadi lugu lagi, kita terlalu naif, terlalu baik," tegas Prabowo menutup paparannya.