Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar para pemimpin bangsa tidak dihinggapi rasa takut terhadap ancaman rapor jelek dari lembaga pemeringkat investasi dunia. Prabowo mengimbau seluruh jajarannya untuk tetap optimistis dan percaya pada kekuatan ekonomi dalam negeri.
Sebut Indonesia Selalu Ditakut-takuti
Baca Juga
-
Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Tekankan Pekerjaan Masih Banyak
Menjelang dua tahun kepemimpinannya, Presiden Prabowo menegaskan perjalanan pemerintah masih...
-
Polri Ingatkan Pelajar Berpotensi Jadi Korban dan Pelaku Kejahatan AI
Polri mengingatkan pelajar berisiko menjadi korban sekaligus pelaku kejahatan AI dan menargetkan...
-
Prabowo Minta Keterlibatan TNI-Polri di Sawah Tak Perlu Dipersoalkan
Presiden Prabowo Subianto meminta semua pihak tidak mempersoalkan langkah keterlibatan TNI dan...
-
Yusril Ungkap Sidang Kabinet Prabowo Tak Bahas Kasus Febrie Adriansyah
Menteri Koordinator Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra memastikan kasus dugaan korupsi eks...
Prabowo menilai bangsa Indonesia sering kali diintimidasi dengan narasi ketakutan terkait pasar hingga lembaga pemeringkat internasional. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin sidang paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
"Kita bangsa Indonesia yang 287 juta ini pemimpinnya selalu ditakut-takuti supaya kita memimpin dengan ketakutan, takut dengan pasar, takut dengan ini, takut dengan rating agency," kata Prabowo.
Soroti Kebijakan Energi B50
Prabowo mencontohkan langkah Indonesia yang berhasil memproduksi bahan bakar B50 dari campuran minyak sawit. Meski kebijakan energi independen tersebut menghadapi ganjalan dan dinilai bakal ditolak industri, pemerintah tetap melanjutkan langkah strategis ini.
"Ada yang bilang pabrik-pabrik mesin tidak akan dukung kita, menakut-nakuti kita. Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri," tegas Prabowo.
Rating Investment Grade dan Outlook Tetap Stable
Isu penurunan peringkat investasi pun ditepis Prabowo. Lembaga pemeringkat terkemuka Standard & Poor's (S&P) justru menilai positif pembentukan BUMN anyar, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), sebagai pintu tunggal ekspor nasional.
"Ternyata Standard and Poor, S&P, mereka sendiri sudah umumkan bahwa mereka menilai bahwa pembentukan PT DSI adalah tepat. Mereka yang mengatakan itu langkah tepat bagi bangsa Indonesia," ujarnya.
Posisi Emerging Market Aman
Prabowo memastikan bahwa proyeksi ekonomi Indonesia tetap kokoh di mata dunia. Peringkat Indonesia masih bertahan di level investment grade dengan prospek stabil, didukung pengumuman MSCI pada 24 Juni 2026 yang mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market.
"Mereka tetap tidak menurunkan outlook. Kita tetap outlook stable. Kita tetap punya rating investment grade, emerging market," tutup Prabowo mengakhiri arahannya.