Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara saat ini semakin beragam dan tidak lagi terbatas pada serangan militer konvensional. Prabowo mengingatkan adanya bahaya perang siber, kejahatan lintas negara, hingga infiltrasi budaya yang bertujuan melemahkan bangsa Indonesia.
Soroti Perubahan Dunia dan Perang Informasi
Baca Juga
-
Istana Buka Suara soal Peluang Pemangkasan Anggaran Pertahanan dan Polri
Istana menjelaskan peluang pemangkasan anggaran pertahanan dan Polri oleh Presiden Prabowo...
-
Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Tekankan Pekerjaan Masih Banyak
Menjelang dua tahun kepemimpinannya, Presiden Prabowo menegaskan perjalanan pemerintah masih...
-
Kemensos dan Kementerian PKP Siap Renovasi 911 Rumah Siswa Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan sebanyak 911 rumah siswa Sekolah Rakyat lolos...
-
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo, 'Saudara Milik Bangsa dan Negara'
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira remaja TNI-Polri di Istana Merdeka dan...
Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam amanat Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, persaingan global kini berlangsung sangat ketat di tengah dinamika dunia yang cepat berubah.
"Dunia sedang berubah dengan sangat cepat, persaingan antara negara semakin ketat, ancaman tidak lagi hanya datang dari senjata, ancaman datang dari perang siber, perang informasi, narkotika, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan upaya melemahkan bangsa melalui infiltrasi budaya," ujar Prabowo.
Dorong Kemandirian dan Penguasaan Teknologi
Menghadapi tantangan global tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian bangsa di pelbagai sektor vital. Indonesia dinilai harus berdikari dalam bidang pangan, energi, teknologi, industri pertahanan, serta ilmu pengetahuan.
Mantan Menteri Pertahanan ini secara khusus meminta para perwira muda untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. "Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak, dan bahasa asing. Perwira masa depan harus unggul dalam karakter disiplin kepemimpinan dan penguasaan sains dan teknologi," tuturnya.
Pesan Tegas untuk 1.177 Perwira Remaja Baru
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengingatkan seluruh prajurit dan anggota kepolisian untuk senantiasa mengayomi masyarakat. Ia meminta agar jabatan tidak disalahgunakan dan perwira TNI-Polri selalu hadir membantu kesulitan rakyat.
"Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan Saudara," seru Prabowo di hadapan para lulusan akademi TNI dan Polri.
Pelantikan Lulusan Terbaik Adhi Makayasa 2026
Adapun total perwira remaja yang dilantik dalam upacara ini berjumlah 1.177 orang. Rinciannya terdiri atas 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), serta 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).
Presiden Prabowo turut menyematkan pangkat penghargaan Adhi Makayasa kepada empat perwira lulusan terbaik tahun 2026. Keempat perwira tersebut yakni Calvin Tidar Sakti (Akmil), M Rizqi Wira Utama (AAL), Yehezkiel Bonaventura (AAU), dan Harindra Arsandho (Akpol).