Prabowo Peringatkan Infiltrasi Budaya dan Perang Siber Bisa Lemahkan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto memberikan amanat dalam Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto memberikan amanat dalam Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta.
Ringkasan: Presiden Prabowo mengingatkan ancaman modern seperti infiltrasi budaya dan perang siber saat melantik 1.177 perwira remaja TNI-Polri 2026.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara saat ini semakin beragam dan tidak lagi terbatas pada serangan militer konvensional. Prabowo mengingatkan adanya bahaya perang siber, kejahatan lintas negara, hingga infiltrasi budaya yang bertujuan melemahkan bangsa Indonesia.

Soroti Perubahan Dunia dan Perang Informasi

Baca Juga

Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam amanat Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, persaingan global kini berlangsung sangat ketat di tengah dinamika dunia yang cepat berubah.

"Dunia sedang berubah dengan sangat cepat, persaingan antara negara semakin ketat, ancaman tidak lagi hanya datang dari senjata, ancaman datang dari perang siber, perang informasi, narkotika, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan upaya melemahkan bangsa melalui infiltrasi budaya," ujar Prabowo.

Dorong Kemandirian dan Penguasaan Teknologi

Menghadapi tantangan global tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian bangsa di pelbagai sektor vital. Indonesia dinilai harus berdikari dalam bidang pangan, energi, teknologi, industri pertahanan, serta ilmu pengetahuan.

Mantan Menteri Pertahanan ini secara khusus meminta para perwira muda untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. "Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak, dan bahasa asing. Perwira masa depan harus unggul dalam karakter disiplin kepemimpinan dan penguasaan sains dan teknologi," tuturnya.

Pesan Tegas untuk 1.177 Perwira Remaja Baru

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengingatkan seluruh prajurit dan anggota kepolisian untuk senantiasa mengayomi masyarakat. Ia meminta agar jabatan tidak disalahgunakan dan perwira TNI-Polri selalu hadir membantu kesulitan rakyat.

"Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan Saudara," seru Prabowo di hadapan para lulusan akademi TNI dan Polri.

Pelantikan Lulusan Terbaik Adhi Makayasa 2026

Adapun total perwira remaja yang dilantik dalam upacara ini berjumlah 1.177 orang. Rinciannya terdiri atas 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), serta 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).

Presiden Prabowo turut menyematkan pangkat penghargaan Adhi Makayasa kepada empat perwira lulusan terbaik tahun 2026. Keempat perwira tersebut yakni Calvin Tidar Sakti (Akmil), M Rizqi Wira Utama (AAL), Yehezkiel Bonaventura (AAU), dan Harindra Arsandho (Akpol).