Bek Timnas Argentina Lisandro Martinez meluapkan kekecewaannya usai timnya kalah 0-1 dari Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026 di New York, Minggu (19/7/2026). Kegagalan menjuarai trofi dunia keempat tersebut disusul kritik tajam dari para pemain Albiceleste terhadap publik dan pengkritik mereka.
Kekecewaan dan Sindiran Menohok Lisandro Martinez
Baca Juga
-
5 Hal tentang Sparta Prague, Calon Lawan OL di Kualifikasi Liga Champions
Olympique Lyonnais bakal berhadapan dengan raksasa Ceko, Sparta Prague, pada babak ketiga...
-
Aksi Leandro Paredes di Final Piala Dunia Tak Dipersoalkan Publik Argentina
Publik dan media Argentina tidak memusingkan insiden kartu merah kontroversial Leandro Paredes...
-
Bawa Boca Juniors Menang, Leandro Paredes Isyaratkan Pensiun Internasional
Leandro Paredes membawa Boca Juniors menang lewat assist manisnya, lalu menebar ketidakpastian...
-
Bos La Liga Javier Tebas Kecam FIFA Soal Wacana Piala Dunia 64 Tim
Presiden La Liga Javier Tebas mengecam keras wacana FIFA yang mempertimbangkan ekspansi Piala...
Lisandro Martinez yang terpaksa ditarik keluar saat laga final akibat cedera mengunggah pesan panjang di akun Instagram pribadinya. Meski mengucapkan selamat kepada Spanyol atas gelar juara yang diraih, bek Manchester United itu menyelipkan sindiran tajam kepada para pengkritik.
Ia menegaskan rasa bangganya terhadap perjuangan tim serta dukungan seluruh rakyat Argentina. Menutup unggahannya, Martinez mengadaptasi kutipan legendaris Victor Hugo dengan menuliskan, "Jangan lupa bahwa jatuhnya orang-orang besar adalah kebahagiaan bagi mereka yang medioker."
Sorotan Sikap Pemain dan Pembelaan Rodrigo De Paul
Kekalahan tersebut juga diwarnai sorotan atas sikap para pemain Argentina saat penyerahan piala yang dinilai kurang suportif. Beberapa pemain tertangkap kamera membelakangi podium dan enggan melakukan wawancara pascamatch usai dipastikan gagal mempertahankan gelar juara dunia.
Sementara itu, gelandang Rodrigo De Paul turut memasang badan membela timnya dari berbagai tuduhan dan teori konspirasi. "Hari ini saya melihat berapa banyak orang yang menunggu jatuhnya tim ini, menyebarkan teori konspirasi tak berdasar selama Piala Dunia hanya untuk meredakan rasa sakit mereka sendiri," tegas De Paul.
Spanyol Kukuhkan Gelar Kedua
Kekalahan ini menggagalkan ambisi Argentina untuk menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar juara secara berturut-turut sejak Brasil pada 1962. Pemilik tiga gelar juara dunia (1978, 1986, 2022) tersebut harus mengakui keunggulan Spanyol yang meraih trofi Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah setelah edisi 2010.