Presiden La Liga Javier Tebas melontarkan kritik pedas terhadap FIFA terkait wacana penambahan kontestan Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Tebas menilai langkah badan sepak bola dunia tersebut dapat merusak ekosistem dan industri sepak bola secara keseluruhan.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Tebas dalam wawancara bersama La Gazzetta dello Sport pada Selasa waktu setempat. Ia menegaskan bahwa menambah jumlah tim nasional dalam turnamen akbar tersebut sama sekali tidak masuk akal.
Baca Juga
-
5 Hal tentang Sparta Prague, Calon Lawan OL di Kualifikasi Liga Champions
Olympique Lyonnais bakal berhadapan dengan raksasa Ceko, Sparta Prague, pada babak ketiga...
-
Aksi Leandro Paredes di Final Piala Dunia Tak Dipersoalkan Publik Argentina
Publik dan media Argentina tidak memusingkan insiden kartu merah kontroversial Leandro Paredes...
-
Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Tulis Pesan Menohok
Lisandro Martinez memberikan pesan menohok usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala...
-
Bawa Boca Juniors Menang, Leandro Paredes Isyaratkan Pensiun Internasional
Leandro Paredes membawa Boca Juniors menang lewat assist manisnya, lalu menebar ketidakpastian...
Ancam Kelangsungan Kompetisi Domestik
Tebas menyebut FIFA mengorbankan industri yang menghidupi ribuan tenaga kerja demi turnamen singkat. "Mereka sedang menghancurkan industri sepak bola, sektor yang menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja, hanya demi ajang yang berlangsung 40 hari dan cuma melibatkan sebagian kecil pemain," ujar Tebas.
Menurut pria berusia 63 tahun tersebut, kompetisi domestik merupakan fondasi utama yang menjaga keberlangsungan olahraga ini. Ia mendesak adanya perlindungan lebih terhadap liga lokal ketimbang terus menambah beban jadwal pertandingan internasional.
Sebut Era Gianni Infantino Sudah Berakhir
Wacana perluasan Piala Dunia menjadi 64 tim sebelumnya diungkapkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjelang Piala Dunia 2030 yang akan digelar di beberapa negara. Rencana tersebut didorong oleh konfederasi sepak bola Amerika Selatan, meski mendapat penolakan dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin.
Menanggapi kepemimpinan FIFA saat ini, Tebas secara terbuka menyatakan bahwa masa kepemimpinan Gianni Infantino sudah seharusnya berakhir. Ia menilai sistem di dalam tubuh FIFA telah cacat sehingga memungkinkan satu sosok memimpin selama satu dekade tanpa koreksi signifikan.