Presiden Prabowo Subianto menyatakan lembaga pemeringkat kredit dunia, Standard & Poor's (S&P), menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sebagai kebijakan yang tepat. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam taklimat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Langkah Tepat Tingkatkan Pendapatan Negara
Baca Juga
-
Komisi XI DPR Masih Tunggu Nama Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
Komisi XI DPR RI menunggu usulan nama calon Gubernur BI baru dari Presiden Prabowo Subianto...
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Prabowo Siapkan Keppres
Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto...
-
Prabowo Ungkap PT DSI Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dolar AS
PT DSI sukses mengelola devisa lebih dari 10,5 miliar dolar AS hanya dalam 1,5 bulan beroperasi...
-
5 Hal tentang Sparta Prague, Calon Lawan OL di Kualifikasi Liga Champions
Olympique Lyonnais bakal berhadapan dengan raksasa Ceko, Sparta Prague, pada babak ketiga...
"Ternyata Standard & Poor"s atau S&P mereka sendiri sudah umumkan bahwa mereka menilai bahwa pembentukan PT DSI adalah tepat,' ujar Prabowo di hadapan para menteri kabinet.
Prabowo mendirikan PT DSI pada 20 Mei 2026 sebagai BUMN yang berfungsi menjadi pintu tunggal ekspor Indonesia. Kehadiran entitas ini dinilai S&P mampu mendongkrak penerimaan dan laba ekspor nasional.
Tepis Isu Rapor Jelek dan Rating Investasi Tetap Aman
Laporan resmi S&P ini dimanfaatkan Prabowo untuk menepis kekhawatiran pihak-pihak yang menakut-nakuti masyarakat terkait risiko penurunan iklim investasi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa prospek ekonomi Indonesia masih sangat solid.
"Kemudian mereka (S&P) tetap tidak menurunkan outlook. Kita tetap outlook stable. Kita tetap punya rating investment grade, emerging market," kata Prabowo.
Peringkat Utang BBB dan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen
Berdasarkan laporan S&P Global bertanggal 13 Juli 2026, PT DSI diproyeksikan bakal mengubah lanskap sektor ekspor komoditas. Perusahaan ini bertugas menindak tegas praktik curang seperti under-invoicing dan transfer pricing.
S&P meramal ekonomi Indonesia terus tumbuh sekitar 5 persen per tahun selama dua hingga tiga tahun ke depan. Lembaga pemeringkat ini pun mempertahankan peringkat utang jangka panjang Indonesia pada level BBB dan jangka pendek A-2 dengan prospek stabil.