Prabowo Ungkap PT DSI Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dolar AS

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.
Ringkasan: PT DSI sukses mengelola devisa lebih dari 10,5 miliar dolar AS hanya dalam 1,5 bulan beroperasi sekaligus memperkecil selisih harga komoditas.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sukses mengelola devisa lebih dari 10,5 miliar dolar AS. Capaian mentereng ini diraih hanya dalam kurun waktu 1,5 bulan sejak perusahaan tersebut beroperasi.

Laporan CEO Danantara dan Pangkas Gap Harga

Baca Juga

Informasi tersebut disampaikan Prabowo berdasarkan laporan langsung dari Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani. Pernyataan ini ditegaskan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

"Saya dapat laporan dari Saudara Rosan, CEO dari Danantara, bahwa baru satu bulan dua minggu bekerja, PT DSI beroperasi, sudah mengelola devisa sebesar lebih 10,5 miliar dollar AS," ujar Prabowo.

Selain mengelola dana fantastis, kehadiran PT DSI terbukti ampuh memperkecil selisih harga komoditas sumber daya alam lokal dengan pasar internasional. Sebelum PT DSI hadir, jurang perbedaan harga tersebut bisa melonjak antara 30 hingga 45 persen.

Sikat Praktik Merugikan dan Skema Satu Pintu

Prabowo menyoroti praktik ekspor yang kerap merugikan negara, seperti pada komoditas minyak kelapa sawit mentah (CPO). Harga ekspor tercatat Rp 14.000-Rp 15.000 per kilogram di dalam negeri, namun melonjak hingga Rp 27.000 saat tiba di Eropa akibat permainan kontrak.

Kondisi tersebut membuat Indonesia kehilangan potensi pendapatan hingga 50 persen. Pembentukan PT DSI menjadi langkah tegas untuk membenahi tata kelola ekspor komoditas serta mencegah praktik under-invoicing.

Pemerintah kini menerapkan kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis. Langkah ini memastikan setoran pajak, bea keluar, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) masuk secara optimal ke kas negara.