Manu Kone Ungkap Rasa Sedih usai Prancis Gagal di Piala Dunia 2026

Pemain Timnas Prancis Manu Kone saat tampil di ajang Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Prancis Manu Kone saat tampil di ajang Piala Dunia 2026
Ringkasan: Manu Kone mengaku hancur usai Prancis tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026, meski ia tetap bangga bisa berlaga di turnamen tersebut.

Gelandang Timnas Prancis, Manu Kone, akhirnya buka suara usai kegagalan "Les Bleus" menembus babak final Piala Dunia 2026. Pemain milik AS Roma tersebut mengaku sangat terpukul usai timnya ditumbangkan Spanyol 0-2 di babak semifinal.

Perasaan Hancur dan Rasa Terima Kasih Manu Kone

Baca Juga

Lewat akun Instagram pribadinya, Kone meluapkan perasaannya usai sepekan kepulangan Prancis dari ajang bergengsi tersebut. Ia merasa sedih karena gagal membawa negaranya melangkah lebih jauh.

"Kami tidak berhasil menyelesaikan misi. Hari-hari berlalu tetapi rasanya masih menyakitkan. Melihat kekecewaan di mata kalian benar-benar menghancurkan hati," tulis Kone di akun Instagram pribadinya.

Meski demikian, gelandang berumur 25 tahun itu mengaku tetap bersyukur atas kesempatan berharga tersebut. "Saya akan selamanya bersyukur bisa bermain di Piala Dunia pertama saya dan mewakili Prancis," tambahnya.

Pujian untuk Didier Deschamps dan Performa Apik di Lapangan

Kone juga tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pelatih Didier Deschamps beserta jajaran staf. Ia menyebut ucapan terima kasih tak akan cukup untuk membalas kerja keras tim di belakang layar.

"Kami sebenarnya ingin memberikan hadiah terbaik untuk perpisahan Anda. Kami juga ingin memberikan pesta besar bagi seluruh pendukung, tetapi begitulah adanya. Dengan rasa bangga, keyakinan, dan dukungan kalian, kami akan bangkit," ungkap mantan pemain Toulouse tersebut.

Jadi Incaran Klub Besar Eropa

Kendati Prancis gagal melenggang ke final, performa individu Kone terbilang sangat menjanjikan sepanjang turnamen. Ia tampil solid saat menggantikan peran Aurelien Tchouameni pada laga melawan Paraguay (1-0) dan Maroko (2-0).

Penampilan gemilangnya di ajang empat tahunan itu langsung memikat perhatian sejumlah klub papan atas Eropa. Salah satunya adalah Manchester United yang dikabarkan mulai mengintensifkan negosiasi dengan AS Roma untuk memboyong sang gelandang.