Penampilan penggawa Manchester City, Rayan Cherki, dalam debutnya bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 Amerika Serikat menjadi sorotan tajam. Pengamat sepak bola Walid Acherchour menilai performa serta sikap sang pemain gagal memenuhi ekspektasi hingga menorehkan catatan merah.
Menit Bermain Minim dan Frustrasi yang Terlihat
Baca Juga
-
5 Hal tentang Sparta Prague, Calon Lawan OL di Kualifikasi Liga Champions
Olympique Lyonnais bakal berhadapan dengan raksasa Ceko, Sparta Prague, pada babak ketiga...
-
Aksi Leandro Paredes di Final Piala Dunia Tak Dipersoalkan Publik Argentina
Publik dan media Argentina tidak memusingkan insiden kartu merah kontroversial Leandro Paredes...
-
Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Tulis Pesan Menohok
Lisandro Martinez memberikan pesan menohok usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala...
-
Bos La Liga Javier Tebas Kecam FIFA Soal Wacana Piala Dunia 64 Tim
Presiden La Liga Javier Tebas mengecam keras wacana FIFA yang mempertimbangkan ekspansi Piala...
Sepanjang turnamen yang menempatkan Prancis di posisi keempat tersebut, Cherki hanya mencatatkan total 124 menit bermain. Mantan pemain Lyon itu cuma sekali dipercaya sebagai starter saat melawan Inggris pada perebutan tempat ketiga, serta sisanya masuk sebagai pemain pengganti dalam enam laga.
Acherchour mengungkapkan keprihatinannya saat berbicara dalam acara After Foot di RMC. "Saya menyukai pemain ini, tetapi dari sudut pandang olahraga, Piala Dunia kali ini gagal baginya," ujar Acherchour.
Ia menambahkan bahwa Cherki merasa frustrasi akibat minimnya menit bermain, seperti saat hanya diturunkan tiga menit melawan Senegal. "Rasa frustrasi tersebut berdampak negatif sepanjang turnamen. Padahal Didier Deschamps sudah bersikap baik dengan tetap memberinya kesempatan bermain," tambahnya.
Sikap di Luar Lapangan yang Menjadi Sorotan
Sikap Cherki di AS juga mengundang kritik tajam dari publik media. Saat digantikan pada jeda babak pertama melawan Inggris, Cherki terlihat berbaring santai di dekat bangku cadangan seolah tidak acuh dengan jalannya pertandingan, tak lama setelah berselisih dengan pelatih saat jeda minum.
Insiden serupa juga sempat terjadi saat laga melawan Swedia ketika reaksi Cherki terhadap instruksi Deschamps dinilai tidak profesional. Cherki yang sejatinya diproyeksikan menjadi kartu truf dari bangku cadangan justru gagal memberikan dampak positif.
Peringatan 'Red Flag' untuk Zinedine Zidane
Dengan berakhirnya era Didier Deschamps, Cherki kini harus mampu meyakinkan calon pelatih anyar Les Bleus, Zinedine Zidane, yang peresmiannya diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Acherchour menilai situasi ini sebagai bahaya latend bagi sang juru taktik baru.
"Jika saya di posisi Zidane, saya akan melihat apa yang terjadi. Saya tidak bilang tidak akan memanggilnya, tetapi ada bendera merah ("red flags") sebelum memberinya kunci permainan dan menit bermain," kata Acherchour.
Ia berharap orang-orang terdekat Cherki dan pelatihnya di klub, Enzo Maresca, dapat membimbing sang pemain muda agar segera membenahi sikap acuh tak acuhnya sebelum melangkah lebih jauh.