Majelis Nasional dan Senat Prancis secara resmi mengesahkan reformasi olahraga profesional pada Senin dan Selasa melalui dukungan mayoritas. Aturan baru ini sempat memicu kekhawatiran terkait masa depan penunjukan Zinédine Zidane sebagai pelatih Timnas Prancis usai Piala Dunia 2026 akibat adanya pembatasan gaji.
Aturan Batas Gaji dan Pengecualian Khusus
Baca Juga
-
5 Hal tentang Sparta Prague, Calon Lawan OL di Kualifikasi Liga Champions
Olympique Lyonnais bakal berhadapan dengan raksasa Ceko, Sparta Prague, pada babak ketiga...
-
Aksi Leandro Paredes di Final Piala Dunia Tak Dipersoalkan Publik Argentina
Publik dan media Argentina tidak memusingkan insiden kartu merah kontroversial Leandro Paredes...
-
Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Tulis Pesan Menohok
Lisandro Martinez memberikan pesan menohok usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala...
-
Bos La Liga Javier Tebas Kecam FIFA Soal Wacana Piala Dunia 64 Tim
Presiden La Liga Javier Tebas mengecam keras wacana FIFA yang mempertimbangkan ekspansi Piala...
Dalam ketentuan awal yang diusulkan, DPR Prancis sempat membatasi remunerasi pekerja federasi olahraga hingga tiga kali lipat plafon jaminan sosial atau sekitar 12.000 euro bruto. Senator Michel Savin menjelaskan bahwa para pembuat undang-undang kemudian merevisi batas tersebut menjadi 450.000 euro per tahun guna menjaga daya saing olahraga profesional Prancis.
Peluang Zinédine Zidane Latih Les Bleus
Bagi posisi strategis seperti pelatih Timnas Prancis yang gajinya berpotensi melampaui 450.000 euro, undang-undang menyediakan mekanisme pengecualian menteri. Presiden federasi dapat meminta persetujuan khusus dari Menteri Olahraga dengan merujuk pada standar pasar internasional seperti pelatih timnas negara Eropa lainnya.