Anak Imigran Korban Penembakan ICE di Texas Tuntut Penyelidikan Transparan

Dua anak Lorenzo Salgado Araujo menghadiri dengar pendapat bersama anggota Kongres AS di Houston
Dua anak Lorenzo Salgado Araujo menghadiri dengar pendapat bersama anggota Kongres AS di Houston
Ringkasan: Anak-anak imigran asal Meksiko yang tewas ditembak ICE di Texas menuntut pertanggungjawaban dalam dengar pendapat emosional bersama anggota Kongres.

Dua putra dari Lorenzo Salgado Araujo, seorang imigran yang tewas ditembak oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE), menuntut investigasi transparan dalam dengar pendapat emosional bersama anggota Kongres di Houston, Texas, pada Jumat (25/7).

Mengetahui Kematian Ayah dari Media Sosial

Baca Juga

Berbicara di hadapan anggota Kongres dari Partai Demokrat, kedua anak Salgado Araujo menggambarkan mimpi buruk birokratis yang mereka alami. Mereka mengaku pertama kali mengetahui kematian sang ayah bukan dari pihak berwenang, melainkan melalui unggahan video di platform Facebook.

"Saya tahu lagi dari postingan Facebook bahwa ayah kami telah tertembak. Bukan karena saya bisa melihatnya, tetapi karena saya bisa mendengar suaranya di video yang diunggah secara online memohon bantuan," ujar Ronaldo Salgadok, salah satu anak korban, di hadapan forum.

Kronologi dan Penolakan Informasi dari DHS

Lorenzo Salgado Araujo yang berusia 52 tahun merupakan seorang imigran asal Meksiko yang telah tinggal di AS selama lebih dari 30 tahun tanpa status hukum resmi. Ia tewas dalam insiden penghentian lalu lintas oleh agen ICE dan dilaporkan bukan merupakan target utama dari operasi tersebut.

Jaksa Wilayah Harris County, Sean Teare, mengungkapkan bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang membawahi ICE telah mengabaikan permintaan informasi dan bukti terkait kasus ini. Pihak berwenang bahkan belum memberikan nama petugas yang melepaskan tembakan fatal tersebut.

Desakan Reformasi Lembaga Imigrasi

Kasus penembakan ini memicu ribuan warga Houston turun ke jalan untuk menggelar aksi protes dan menuntut keadilan. Sementara itu, para politisi Partai Demokrat menyatakan rencana untuk menyelidiki ICE dan melakukan perombakan besar jika berhasil memenangkan kendali Kongres pada pemilihan paruh waktu bulan November mendatang.

"ICE perlu dirombak total dan dibangun kembali sebagai lembaga yang mengenali martabat orang-orang yang ditemuinya," tegas Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Christian Menefee.