Jet F-16 Rumania Tembak Jatuh Drone Diduga Milik Rusia yang Trobos Wilayah Udara

Ilustrasi jet tempur F-16 Rumania yang mencegat drone asing di wilayah udara nasional
Ilustrasi jet tempur F-16 Rumania yang mencegat drone asing di wilayah udara nasional
Ringkasan: Jet F-16 Rumania berhasil menembak jatuh drone yang diduga berasal dari Rusia setelah melanggar wilayah udara negara anggota NATO tersebut.

Sebuah jet tempur F-16 milik Rumania menembak jatuh drone yang diduga milik Rusia setelah menerobos wilayah udara negara tersebut pada Jumat (24/7/2026). Peristiwa ini menjadi intersepsi pertama yang berhasil dilakukan Rumania sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina dimulai.

Kronologi Pencegatan Drone

Baca Juga

Kementerian Pertahanan Nasional Rumania menyatakan radar pertama kali mendeteksi drone sekitar 20 kilometer timur pelabuhan Sulina di Laut Hitam. Drone tersebut kemudian melintasi wilayah udara nasional menuju rute Braila, Fetesti, dan wilayah Buzau.

Dua jet Eurofighter Typhoon milik Italia yang ditugaskan dalam misi kepolisian udara NATO bergabung dengan dua F-16 Rumania. Salah satu jet F-16 Rumania lalu melepaskan rudal udara-ke-udara dan menjatuhkan sasaran di area tak berpenghuni dekat desa Padina.

Penjelasan Presiden dan Sumber Militer

Presiden Rumania Nicusor Dan mengonfirmasi bahwa penembakan dilakukan di atas wilayah yang tidak berpenghuni. Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden penembakan drone tersebut.

Sumber militer Rumania menyebut Rusia diduga kuat sebagai titik asal drone tersebut. Dugaan ini mengacu pada pola pelanggaran wilayah udara yang berulang kali terjadi di kawasan tersebut.

Eskalasi Ketegangan di Wilayah NATO

Rumania yang berbatasan langsung dengan Ukraina telah mencatat puluhan kali pelanggaran batas wilayah oleh drone sejak perang pecah. Insiden kali ini menandai keberhasilan pertama militer Rumania dalam mengintersepsi drone penyusup.

Kecaman keras datang dari pejabat NATO dan Uni Eropa atas peristiwa ini. Komisi Eropa menegaskan bahwa perang yang dilancarkan Rusia telah melampaui batas, sementara Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menilai tindakan Moscow membahayakan semua pihak.