AS Catat 2.318 Kasus Campak di 2026, Melampaui Total Kasus Tahun Lalu

Petugas medis menyiapkan dosis vaksin campak di tengah lonjakan kasus di Amerika Serikat.
Petugas medis menyiapkan dosis vaksin campak di tengah lonjakan kasus di Amerika Serikat.
Ringkasan: Amerika Serikat mengonfirmasi 2.318 kasus campak sepanjang 2026, melampaui rekor tahun 2025 meski tahun ini masih menyisakan lima bulan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mencatat 2.318 kasus campak sejak awal tahun 2026 hingga Jumat (24/7/2026). Angka ini resmi melampaui total 2.289 kasus sepanjang tahun 2025, padahal tahun 2026 masih menyisakan lima bulan.

Tahun Terburuk Sejak 1991 dan Tantangan Pendataan

Baca Juga

Lonjakan tajam ini menjadikan tahun 2026 sebagai tahun terburuk untuk wabah campak di AS sejak 1991. Kasus besar teridentifikasi di sejumlah negara bagian seperti South Carolina, Utah, dan Arizona.

Kepala Epidemiolog Negara Bagian Texas Dr Varun Shetty menyatakan jumlah kasus sebenarnya berpotensi lebih tinggi dari data resmi. "Apa yang bisa kita hitung dan laporkan hampir selalu lebih rendah dari yang sebenarnya terjadi, karena bergantung pada kesediaan masyarakat untuk dites dan berbagi informasi dengan penyedia layanan kesehatan," ujar Shetty.

Penurunan Cakupan Vaksinasi Memicu Wabah

Otoritas kesehatan South Carolina melaporkan 997 kasus campak, yang menjadi wabah terbesar di negara bagian tersebut dalam 35 tahun terakhir. Padahal, AS pernah berhasil membasmi penyebaran campak lokal pada tahun 2000 berkat program vaksinasi.

Namun, penolakan terhadap vaksinasi terus meningkat, termasuk dari anggota penting pemerintahan Presiden Donald Trump. Tingkat vaksinasi nasional anak TK untuk campak, gondongan, dan rubela turun menjadi 92,5 persen pada tahun ajaran 2024-2025, berada di bawah ambang batas aman 95 persen untuk mencegah wabah.

Anak-anak dan Kelompok Rentan Paling Berisiko

Anak-anak berusia muda dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah menjadi kelompok yang paling berisiko saat wabah merebak. Penurunan cakupan imunisasi di komunitas lokal semakin memperluas potensi penularan.

"Sangat penting, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi masyarakat, untuk memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi," kata Shetty menegaskan.