Kelompok Bersenjata di Mali Bersatu, Puluhan Prajurit dan Pasukan Rusia Tewas

Peta situasi konflik dan konvoi militer di wilayah Sahel Mali utara
Peta situasi konflik dan konvoi militer di wilayah Sahel Mali utara
Ringkasan: Aliansi kelompok bersenjata di Mali melancarkan penyergapan yang menewaskan sedikitnya 50 tentara pemerintah dan pasukan Rusia di dekat kota Anefis.

Kelompok milisi bersenjata melancarkan penyergapan mematikan terhadap konvoi gabungan Angkatan Bersenjata Mali (FAMa) dan unit Africa Corps asal Rusia di dekat kota Anefis pada 18 Juli 2026. Serangan mendadak ini menewaskan sedikitnya 50 prajurit Mali serta memukul mundur pasukan pemerintah.

Aliansi Tak Terduga Dua Kelompok Bersenjata

Baca Juga

Serangan mematikan tersebut diklaim bersama oleh Front Pembebasan Azawad (FLA) dan Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM). Kerja sama antara kelompok separatis Tuareg dan afiliasi al-Qaeda ini mengejutkan banyak pihak karena keduanya memiliki agenda politik yang sangat berbeda.

Batas Kemampuan Dukungan Militer Rusia

Analis Afrika Barat ACLED, Héni Nsaibia, menilai aliansi ini terbentuk atas dasar musuh bersama. Meski militer Rusia pimpinan Kremlin telah memperkuat pertahanan dan menyuplai drone tempur, serangan koordinasi ini membuktikan bahwa strategi keamanan pemerintah militer Bamako belum mampu mengamankan wilayah terpencil Sahel.

Ancaman Stabilitas Wilayah Sahel

Eskalasi konflik di Mali utara ini menebar ancaman nyata bagi stabilitas kawasan Sahel secara keseluruhan. Keputusan Mali keluar dari Blok ECOWAS makin mempersempit peluang koordinasi regional untuk meredam pergerakan kelompok bersenjata yang kian padu.