Keluarga dan Pengacara Dilarang Jenguk Rached Ghannouchi Usai Pingsan di Penjara

Ilustrasi penahanan tokoh politik oposisi di Tunisia
Ilustrasi penahanan tokoh politik oposisi di Tunisia
Ringkasan: Keluarga dan tim hukum pemimpin oposisi Tunisia Rached Ghannouchi tidak dapat menjenguk atau menghubungi politisi berusia 85 tahun itu selama 11 hari setelah ia pingsan di penjara.

Keluarga dan tim hukum pemimpin oposisi Tunisia, Rached Ghannouchi, tidak dapat menemui atau menghubungi politisi berusia 85 tahun tersebut selama 11 hari. Ghannouchi dilarikan ke rumah sakit setelah pingsan akibat gelombang panas ekstrem di dalam penjara.

Akses Kunjungan Ditolak Otoritas

Baca Juga

Putra Ghannouchi, Moadh Ghannouchi, menyatakan bahwa kunjungan terakhir pengacara dilakukan beberapa hari sebelum ayahnya kehilangan kesadaran pada 17 Juli 2026. Permohonan untuk mengunjungi sang ayah di rumah sakit, termasuk yang diajukan kepada jaksa penuntut umum, telah ditolak mentah-mentah oleh otoritas berwenang.

Kondisi Kesehatan Menurun Akibat Penjara Tanpa Pendingin Udara

Ghannouchi yang memiliki riwayat hipertensi dan gangguan pernapasan ditempatkan di sel penjara tanpa pendingin udara di tengah gelombang panas ekstrem. Suhu di dalam Penjara Mornaguia dilaporkan mencapai 52 derajat Celsius sebelum ia jatuh pingsan dan dilarikan ke fasilitas medis.

Tuntutan Transparansi dari Koalisi Oposisi

Tim pembela Ghannouchi bersama koalisi oposisi Front Keselamatan Nasional mendesak pemerintah Tunisia untuk segera merilis informasi resmi terkait kondisi kesehatan klien mereka. Hingga kini, pihak keluarga dan Partai Ennahda mengaku masih kesulitan mengetahui rumah sakit tempat Ghannouchi dirawat serta kepastian kondisinya.