Laporan PBB, Angka Kelaparan Global Turun Tapi Masih di Atas Pra-Pandemi

Anak-anak dan warga mengantre bantuan pangan di wilayah terdampak krisis pangan global.
Anak-anak dan warga mengantre bantuan pangan di wilayah terdampak krisis pangan global.
Ringkasan: PBB melaporkan jumlah warga kelaparan di dunia turun menjadi 645 juta pada 2025, namun angkanya masih lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.

Jumlah masyarakat yang mengalami kelaparan di seluruh dunia dilaporkan terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertajuk State of Food Security and Nutrition in the World, sekitar 645 juta orang menghadapi kelaparan pada 2025.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 14 juta orang dibandingkan tahun 2024 dan berkurang 43 juta orang dari tahun 2022. Meskipun demikian, tingkat kelaparan global saat ini tercatat masih lebih tinggi dibandingkan kondisi pada tahun 2019 sebelum pandemi COVID-19 melanda dunia.

Baca Juga

Afrika Jadi Wilayah Paling Parah Terdampak Kelaparan

Afrika masih menjadi titik terparah krisis pangan dunia. Pada tahun 2025, diperkirakan 309 juta orang di Afrika mengalami kekurangan gizi, yang setara dengan satu dari lima orang di benua tersebut atau hampir separuh dari total populasi lapar di dunia.

Sebagai pembanding, Asia mencatat 292 juta orang (6 persen populasi) mengalami kekurangan gizi, sementara Amerika Latin dan Karibia berada di angka 32 juta orang (4,8 persen). Asia dan Amerika Latin dinilai berhasil mencatatkan kemajuan konstan dalam menekan angka kelaparan.

Tantangan Biaya Makanan Sehat dan Bencana Kelaparan Parah

Selain kelaparan, kemampuan masyarakat mengakses makanan sehat juga menjadi perhatian. Meski jumlah orang yang tidak mampu membeli makanan sehat turun dari 2,97 miliar pada 2021 menjadi 2,69 miliar pada 2025, biaya harian makanan sehat rata-rata global justru naik mencapai USD 4,28 per hari.

Di sisi lain, laporan terpisah dari FAO dan WFP (Global Report on Food Crises 2026) mengungkapkan sekitar 1,4 juta orang di dunia menghadapi tingkat kelaparan katastropik (Fase 5 IPC/CH). Gaza mencatatkan jumlah tertinggi dengan 640.700 jiwa atau 32 persen populasinya yang berada dalam kondisi kelaparan parah akibat konflik dan pembatasan bantuan.