Pasukan militer Israel menangkap hampir 50 warga Palestina di Desa Tal, sebelah barat daya Nablus, pada Sabtu pagi waktu setempat. Penangkapan massal ini dilakukan dalam operasi luas yang mencakup penggerebekan di sekitar 70 rumah sebagai respons atas insiden penembakan sehari sebelumnya.
Serangan Pemukim Israel dan Eskalasi Kekerasan
Baca Juga
-
Anak Imigran Korban Penembakan ICE di Texas Tuntut Penyelidikan Transparan
Anak-anak imigran asal Meksiko yang tewas ditembak ICE di Texas menuntut pertanggungjawaban...
-
AS Catat 2.318 Kasus Campak di 2026, Melampaui Total Kasus Tahun Lalu
Amerika Serikat mengonfirmasi 2.318 kasus campak sepanjang 2026, melampaui rekor tahun 2025...
-
AS Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp 611 Triliun
Pemerintah AS memperkirakan biaya perang melawan Iran telah mencapai USD 37,5 miliar, naik tajam...
-
Jelang Pemilu, Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat Kian Merajalela
Serangan militer dan pemukim Israel di Gaza serta Tepi Barat semakin brutal jelang pemilu...
Berdasarkan keterangan saksi dan sumber setempat, para pemukim Israel melancarkan serangan ke berbagai komunitas Palestina di wilayah Nablus dengan membakar rumah serta properti warga. Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 87 warga Palestina tewas akibat serangan di Tepi Barat sejak awal tahun ini.
Perluasan Operasi Militer di Berbagai Wilayah
Selain di Desa Tal, pasukan Israel juga menggelar penggerebekan di Kota Jenin, Tubas, kamp pengungsi Far’a, serta beberapa lokasi lain seperti Qalqilya, Jericho, dan Ramallah. Aksi militer ini turut diwarnai pembatasan ketat terhadap pemakaman empat warga Palestina yang gugur di Tal.
Desakan Internasional untuk Hentikan Kekerasan
Organisasi Human Rights Watch mendesak pemerintah Israel agar segera mengambil tindakan pencegahan terhadap aksi balas dendam pemukim. "Pemerintah Israel tidak mencegah serangan pemukim di Desa Tal, sehingga kini mereka harus menghentikan tindakan reprisal dan eskalasi militer yang memperburuk situasi," ujar peneliti HRW, Sarah Sanbar.