Organisasi kemanusiaan Dokter Tanpa Batas (MSF) menuntut Israel untuk segera membebaskan petugas kesehatan Palestina yang dipenjara. MSF mengecam keras penahanan tersebut karena dilakukan tanpa alasan jelas di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan.
Kondisi Buruk dan Laporan Penyiksaan Dokter
Baca Juga
-
AS Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp 611 Triliun
Pemerintah AS memperkirakan biaya perang melawan Iran telah mencapai USD 37,5 miliar, naik tajam...
-
Jelang Pemilu, Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat Kian Merajalela
Serangan militer dan pemukim Israel di Gaza serta Tepi Barat semakin brutal jelang pemilu...
-
Kelompok Bersenjata di Mali Bersatu, Puluhan Prajurit dan Pasukan Rusia Tewas
Aliansi kelompok bersenjata di Mali melancarkan penyergapan yang menewaskan sedikitnya 50...
-
Laporan PBB, Angka Kelaparan Global Turun Tapi Masih di Atas Pra-Pandemi
PBB melaporkan jumlah warga kelaparan di dunia turun menjadi 645 juta pada 2025, namun angkanya...
Dalam pernyataannya pada Senin (20/7), MSF menyoroti kasus Dr Hussam Abu Safia, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara. Ia ditempatkan di sel isolasi dan dilaporkan mengalami penyiksaan sejak ditangkap militer Israel lebih dari satu setengah tahun lalu.
Pengacara Abu Safia, Nasser Odeh, memperingatkan bahwa kesehatan kliennya dalam bahaya akibat siksaan rutin. Israel menahan spesialis anak tersebut tanpa pengadilan setelah mengategorikannya sebagai "kombatan tidak sah".
Ratusan Petugas Kesehatan Jadi Korban Penahanan
Menurut data Healthcare Workers Watch per April, sebanyak 446 petugas kesehatan Palestina ditahan secara ilegal oleh pasukan Israel sejak konflik memuncak pada 7 Oktober 2023. Enam di antaranya dilaporkan tewas dalam tahanan dan jenazahnya masih ditahan pihak Israel.
Selain itu, MSF meminta pembebasan tanpa syarat bagi Dr Mohammed Obeid, seorang ahli bedah ortopedi yang telah dipenjara lebih dari 600 hari sejak ditangkap saat bertugas di RS Kamal Adwan. Lembaga Physicians for Human Rights Israel mencatat setidaknya 50 tenaga medis, termasuk 15 dokter, masih ditahan dalam kondisi tidak manusiawi.
MSF Kritik Bungkamnya Pemimpin Dunia
MSF menyayangkan sikap diam para pemimpin dunia terhadap tindakan militer Israel di Palestina. MSF menilai bahwa sikap bungkam tersebut bentuk dari keterlibatan dalam pelanggaran yang terjadi.
Awal bulan ini, Komisi Penyelidikan Independen Internasional PBB dan Kelompok Kerja PBB untuk Penahanan Sewenang-wenang juga telah mendesak Israel membebaskan Abu Safia serta seluruh personel medis yang ditahan secara sewenang-wenang.