MSF Desak Israel Segera Bebaskan Petugas Medis Palestina yang Ditahan

Organisasi Dokter Tanpa Batas (MSF) menuntut pembebasan segera para tenaga kesehatan Palestina yang ditahan tentara Israel.
Organisasi Dokter Tanpa Batas (MSF) menuntut pembebasan segera para tenaga kesehatan Palestina yang ditahan tentara Israel.
Ringkasan: MSF mengecam keras penahanan puluhan tenaga medis Palestina oleh Israel. Banyak dokter dilaporkan ditahan tanpa pengadilan dan mengalami penyiksaan.

Organisasi kemanusiaan Dokter Tanpa Batas (MSF) menuntut Israel untuk segera membebaskan petugas kesehatan Palestina yang dipenjara. MSF mengecam keras penahanan tersebut karena dilakukan tanpa alasan jelas di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kondisi Buruk dan Laporan Penyiksaan Dokter

Baca Juga

Dalam pernyataannya pada Senin (20/7), MSF menyoroti kasus Dr Hussam Abu Safia, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara. Ia ditempatkan di sel isolasi dan dilaporkan mengalami penyiksaan sejak ditangkap militer Israel lebih dari satu setengah tahun lalu.

Pengacara Abu Safia, Nasser Odeh, memperingatkan bahwa kesehatan kliennya dalam bahaya akibat siksaan rutin. Israel menahan spesialis anak tersebut tanpa pengadilan setelah mengategorikannya sebagai "kombatan tidak sah".

Ratusan Petugas Kesehatan Jadi Korban Penahanan

Menurut data Healthcare Workers Watch per April, sebanyak 446 petugas kesehatan Palestina ditahan secara ilegal oleh pasukan Israel sejak konflik memuncak pada 7 Oktober 2023. Enam di antaranya dilaporkan tewas dalam tahanan dan jenazahnya masih ditahan pihak Israel.

Selain itu, MSF meminta pembebasan tanpa syarat bagi Dr Mohammed Obeid, seorang ahli bedah ortopedi yang telah dipenjara lebih dari 600 hari sejak ditangkap saat bertugas di RS Kamal Adwan. Lembaga Physicians for Human Rights Israel mencatat setidaknya 50 tenaga medis, termasuk 15 dokter, masih ditahan dalam kondisi tidak manusiawi.

MSF Kritik Bungkamnya Pemimpin Dunia

MSF menyayangkan sikap diam para pemimpin dunia terhadap tindakan militer Israel di Palestina. MSF menilai bahwa sikap bungkam tersebut bentuk dari keterlibatan dalam pelanggaran yang terjadi.

Awal bulan ini, Komisi Penyelidikan Independen Internasional PBB dan Kelompok Kerja PBB untuk Penahanan Sewenang-wenang juga telah mendesak Israel membebaskan Abu Safia serta seluruh personel medis yang ditahan secara sewenang-wenang.