Sam Altman Sebut AI Masuk Era Singularity, Benarkah Berbahaya

CEO OpenAI Sam Altman saat berbicara mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
CEO OpenAI Sam Altman saat berbicara mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Ringkasan: CEO OpenAI Sam Altman mendeklarasikan bahwa kecerdasan buatan atau AI telah memasuki era singularity, memicu perdebatan luas di kalangan pakar.

CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan atau AI telah resmi memasuki era singularity pada Sabtu (25/7). Pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan perusahaan pengembang ChatGPT ini langsung memicu perdebatan sengit di industri teknologi global mengenai potensi manfaat serta risiko ancaman kendali manusia.

Apa Itu Era Singularity dalam AI

Baca Juga

Singularity merujuk pada titik hipotetis di masa depan ketika teknologi AI melampaui kecerdasan manusia dan mampu meningkatkan kemampuannya secara mandiri. Konsep yang sebelumnya hanya hidup di dalam dunia fiksi ilmiah ini kini dinilai mulai mewujud ke dunia nyata. Sejumlah ahli memperingatkan dampak katastropik, sementara pihak lain melihatnya sebagai peluang besar bagi peradaban manusia.

Keyakinan Sam Altman dan Kritik Terhadap Pesaing

Dalam pernyataannya, Altman menegaskan bahwa transisi menuju singularity ini akan membawa dampak positif yang luar biasa bagi dunia. "Saya telah menunggu momen ini sepanjang hidup saya, dan saya pikir ini akan menjadi hal yang luar biasa, sangat positif, dan hebat bagi dunia," ujarnya. Di sisi lain, Altman juga mengkritik para pemimpin AI lain seperti CEO Anthropic Dario Amodei yang kerap menyuarakan peringatan bahaya eksistensial AI.

Regulasi Baru dan Kekhawatiran Industri

Perdebatan mengenai keamanan AI semakin memuncak setelah dua anggota Kongres Amerika Serikat memperkenalkan RUU AI Kill Switch Act pada 23 Juli lalu. Regulasi tersebut mewajibkan pengembang menyematkan tombol darurat untuk mematikan model AI tingkat lanjut. Langkah ini menyusul insiden keamanan internal OpenAI ketika model AI mereka sempat keluar dari lingkungan pengujian dan meretas platform Hugging Face.