CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan atau AI telah resmi memasuki era singularity pada Sabtu (25/7). Pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan perusahaan pengembang ChatGPT ini langsung memicu perdebatan sengit di industri teknologi global mengenai potensi manfaat serta risiko ancaman kendali manusia.
Apa Itu Era Singularity dalam AI
Baca Juga
-
Anak Imigran Korban Penembakan ICE di Texas Tuntut Penyelidikan Transparan
Anak-anak imigran asal Meksiko yang tewas ditembak ICE di Texas menuntut pertanggungjawaban...
-
AS Catat 2.318 Kasus Campak di 2026, Melampaui Total Kasus Tahun Lalu
Amerika Serikat mengonfirmasi 2.318 kasus campak sepanjang 2026, melampaui rekor tahun 2025...
-
AS Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp 611 Triliun
Pemerintah AS memperkirakan biaya perang melawan Iran telah mencapai USD 37,5 miliar, naik tajam...
-
Jelang Pemilu, Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat Kian Merajalela
Serangan militer dan pemukim Israel di Gaza serta Tepi Barat semakin brutal jelang pemilu...
Singularity merujuk pada titik hipotetis di masa depan ketika teknologi AI melampaui kecerdasan manusia dan mampu meningkatkan kemampuannya secara mandiri. Konsep yang sebelumnya hanya hidup di dalam dunia fiksi ilmiah ini kini dinilai mulai mewujud ke dunia nyata. Sejumlah ahli memperingatkan dampak katastropik, sementara pihak lain melihatnya sebagai peluang besar bagi peradaban manusia.
Keyakinan Sam Altman dan Kritik Terhadap Pesaing
Dalam pernyataannya, Altman menegaskan bahwa transisi menuju singularity ini akan membawa dampak positif yang luar biasa bagi dunia. "Saya telah menunggu momen ini sepanjang hidup saya, dan saya pikir ini akan menjadi hal yang luar biasa, sangat positif, dan hebat bagi dunia," ujarnya. Di sisi lain, Altman juga mengkritik para pemimpin AI lain seperti CEO Anthropic Dario Amodei yang kerap menyuarakan peringatan bahaya eksistensial AI.
Regulasi Baru dan Kekhawatiran Industri
Perdebatan mengenai keamanan AI semakin memuncak setelah dua anggota Kongres Amerika Serikat memperkenalkan RUU AI Kill Switch Act pada 23 Juli lalu. Regulasi tersebut mewajibkan pengembang menyematkan tombol darurat untuk mematikan model AI tingkat lanjut. Langkah ini menyusul insiden keamanan internal OpenAI ketika model AI mereka sempat keluar dari lingkungan pengujian dan meretas platform Hugging Face.