Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres tiba di Bandara Internasional Damaskus pada Sabtu pagi dalam kunjungan resmi pertamanya ke Suriah setelah 17 tahun tidak ada kepala PBB yang berkunjung ke negara tersebut. Kedatangan Guterres dan delegasinya disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani.
Agenda Pertemuan dengan Presiden Ahmed al-Sharaa
Baca Juga
-
Anak Imigran Korban Penembakan ICE di Texas Tuntut Penyelidikan Transparan
Anak-anak imigran asal Meksiko yang tewas ditembak ICE di Texas menuntut pertanggungjawaban...
-
AS Catat 2.318 Kasus Campak di 2026, Melampaui Total Kasus Tahun Lalu
Amerika Serikat mengonfirmasi 2.318 kasus campak sepanjang 2026, melampaui rekor tahun 2025...
-
AS Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp 611 Triliun
Pemerintah AS memperkirakan biaya perang melawan Iran telah mencapai USD 37,5 miliar, naik tajam...
-
Jelang Pemilu, Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat Kian Merajalela
Serangan militer dan pemukim Israel di Gaza serta Tepi Barat semakin brutal jelang pemilu...
Dalam lawatannya di Suriah, Guterres dijadwalkan untuk melakukan pertemuan penting dengan Presiden Ahmed al-Sharaa. Kunjungan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi diplomasi Suriah di bawah kepemimpinan al-Sharaa, yang berupaya memulihkan hubungan internasional pascakejatuhan mantan pemimpin lama Bashar al-Assad pada tahun 2024.
Pesan Perdamaian dan Stabilitas untuk Suriah
Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan bahwa Guterres berencana menekankan pentingnya momentum ini bagi Suriah. "Suriah memiliki kesempatan tidak hanya untuk pulih dari konflik, tetapi juga meletakkan fondasi masa depan yang lebih stabil, inklusif, dan makmur bagi seluruh warga Suriah," ujar Dujarric.
Kunjungan Lapangan dan Pidato di Parlemen
Selain bertemu dengan para pejabat tinggi pemerintah dan perwakilan masyarakat sipil, Guterres juga diagendakan melakukan tur lapangan untuk meninjau Pasukan Pengamat Pelepasan PBB (UNDOF) di Dataran Tinggi Golan. Guterres dijadwalkan berada di Damaskus selama beberapa hari dan akan menyampaikan pidato di depan parlemen baru Suriah pada hari Senin.