Ajang tahunan White House Correspondents' Dinner kembali diselenggarakan pada Jumat (24/7/2026) di Washington, DC. Acara ini sempat terhenti secara mendadak pada April lalu akibat aksi penembakan yang menyasar Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Lokasi Berpindah ke Waldorf Astoria
Baca Juga
-
Anak Imigran Korban Penembakan ICE di Texas Tuntut Penyelidikan Transparan
Anak-anak imigran asal Meksiko yang tewas ditembak ICE di Texas menuntut pertanggungjawaban...
-
AS Catat 2.318 Kasus Campak di 2026, Melampaui Total Kasus Tahun Lalu
Amerika Serikat mengonfirmasi 2.318 kasus campak sepanjang 2026, melampaui rekor tahun 2025...
-
AS Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp 611 Triliun
Pemerintah AS memperkirakan biaya perang melawan Iran telah mencapai USD 37,5 miliar, naik tajam...
-
Jelang Pemilu, Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat Kian Merajalela
Serangan militer dan pemukim Israel di Gaza serta Tepi Barat semakin brutal jelang pemilu...
Pihak penyelenggara memutuskan memindahkan lokasi acara dari Washington Hilton ke Waldorf Astoria. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas pengamanan tempat acara.
Kapasitas tamu juga dipangkas signifikan, dari 2.500 orang menjadi sekitar 1.000 orang saja. Pengamanan ketat diberlakukan dengan hanya membuka satu akses masuk yang dijaga ketat Secret Service dan Paspampres swasta.
Karakter Pidato Trump Diprediksi Berubah
Presiden Donald Trump dipastikan hadir dan memberikan sambutan dalam gala tersebut. Meski demikian, Trump mengisyaratkan bahwa isi pidatonya kemungkinan akan jauh lebih lunak dibandingkan rencana awal.
Trump sempat menyatakan bahwa insiden tragis pada April lalu justru menyatukan berbagai pihak. Menurutnya, aksi teror tidak boleh merusak cara hidup warga Amerika Serikat.
Sorotan Ketegangan Pemerintah dan Media
Meski acara kembali digelar, hubungan antara pemerintahan Trump dan insan pers masih diwarnai ketegangan. Sejumlah organisasi jurnalis terus menyuarakan kritik terhadap tekanan pemerintah terhadap kebebasan pers.
Ketua WHCA Weijia Jiang menegaskan penundaan dan penjadwalan ulang ini adalah bentuk perlawanan terhadap aksi kekerasan. "Kami tidak akan membiarkan tindakan kekerasan menjadi kata akhir," tegas Jiang.