Politikus sayap kanan Inggris Nigel Farage dan partainya, Reform UK, kini menghadapi tekanan berat akibat skandal dana donor mata uang kripto. Penyelidikan pidana dan parlemen terus bergulir terkait suntikan dana bernilai jutaan poundsterling dari pengusaha Christopher Harborne.
Mundur dari Parlemen Demi Rebut Kembali Kursi
Baca Juga
-
AS Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp 611 Triliun
Pemerintah AS memperkirakan biaya perang melawan Iran telah mencapai USD 37,5 miliar, naik tajam...
-
Jelang Pemilu, Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat Kian Merajalela
Serangan militer dan pemukim Israel di Gaza serta Tepi Barat semakin brutal jelang pemilu...
-
Kelompok Bersenjata di Mali Bersatu, Puluhan Prajurit dan Pasukan Rusia Tewas
Aliansi kelompok bersenjata di Mali melancarkan penyergapan yang menewaskan sedikitnya 50...
-
Laporan PBB, Angka Kelaparan Global Turun Tapi Masih di Atas Pra-Pandemi
PBB melaporkan jumlah warga kelaparan di dunia turun menjadi 645 juta pada 2025, namun angkanya...
Farage menerima hadiah pribadi sebesar 5 juta poundsterling di luar dana hibah 25 juta poundsterling (sekitar Rp 531 miliar) yang dialirkan Harborne ke Reform UK. Di tengah derasnya sorotan, Farage mengambil langkah mengejutkan dengan mengundurkan diri dari Parlemen untuk bertarung kembali memperebutkan kursinya di Clacton.
Langkah tersebut dinilai partai politik lawan hanya sebagai trik pencitraan semata. Partai-partai utama bahkan menolak mengajukan kandidat tandingan, sehingga lawan utama Farage kini hanyalah kandidat satir Count Binface.
Keterkaitan dengan Aset Kripto Kontroversial
Fokus penyelidikan mengarah pada hubungan Farage dengan Tether, aset kripto tipe "stablecoin" milik Harborne. Mata uang digital ini kerap dikaitkan dengan jaringan kejahatan terorganisir, termasuk pencucian uang, penipuan, hingga perdagangan manusia di Asia Tenggara.
Pakar keuangan politik Universitas Bristol, Sam Power, menyebut Reform UK berada dalam masalah besar. Keterlibatan dalam skandal etika ini mulai menggerus basis pemilih potensial mereka di Inggris.
Dugaan Intervensi Kebijakan Bank Sentral
Farage tercatat pernah mendesak Gubernur Bank of England Andrew Bailey untuk membatalkan rencana penerbitan pound digital. Langkah itu dinilai untuk melindungi posisi Tether dari persaingan mata uang digital resmi negara.
Meski demikian, Farage membantah telah dipengaruhi oleh Harborne dan mengklaim dana tersebut adalah hadiah bebas. Partai Reform UK juga menampik adanya pelanggaran hukum dalam penerimaan dana donor tersebut.