Jaksa penuntut umum di Inggris resmi mendakwa seorang pria berusia 28 tahun atas pembunuhan Ann Widdecombe, mantan menteri pemerintah sekaligus anggota partai sayap kanan Reform UK. Kasus pembunuhan ini kini juga diusut menggunakan pasal terorisme oleh kepolisian setempat.
Korban Ditemukan Tewas di Kediamannya
Baca Juga
-
AS Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp 611 Triliun
Pemerintah AS memperkirakan biaya perang melawan Iran telah mencapai USD 37,5 miliar, naik tajam...
-
Jelang Pemilu, Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat Kian Merajalela
Serangan militer dan pemukim Israel di Gaza serta Tepi Barat semakin brutal jelang pemilu...
-
Kelompok Bersenjata di Mali Bersatu, Puluhan Prajurit dan Pasukan Rusia Tewas
Aliansi kelompok bersenjata di Mali melancarkan penyergapan yang menewaskan sedikitnya 50...
-
Laporan PBB, Angka Kelaparan Global Turun Tapi Masih di Atas Pra-Pandemi
PBB melaporkan jumlah warga kelaparan di dunia turun menjadi 645 juta pada 2025, namun angkanya...
Widdecombe yang berusia 78 tahun ditemukan tewas di rumahnya dekat Taman Nasional Dartmoor, Inggris barat daya, pada 9 Juli 2026. Penemuan jasad korban terjadi sehari setelah ia batal menghadiri sebuah wawancara televisi.
Kepolisian menyatakan bahwa korban sengaja dijadikan sasaran. Kendati demikian, polisi belum membeberkan secara rinci penyebab kematian korban dan hanya menyebut korban mengalami "luka-luka serius".
Tersangka Terancam Pasal Terorisme
Tersangka bernama Kerry, yang berasal dari Rotherham di Inggris utara, ditangkap polisi pada 11 Juli 2026. Awalnya ia ditahan atas dugaan pembunuhan sebelum akhirnya ditangkap kembali atas dugaan tindak pidana terorisme berdasarkan bukti yang ditemukan selama penahanan.
Kepala Kepolisian Penanggulangan Terorisme Nasional, Laurence Taylor, menegaskan motif pasti serangan tersebut masih mendalam. "Mengingat profil korban dan sifat serangan yang terarah, menentukan motivasi termasuk kemungkinan motif politik tetap menjadi fokus penyelidikan," ujar Taylor.
Rekam Jejak Politik dan Kekerasan di Inggris
Widdecombe memiliki rekam jejak panjang di panggung politik Inggris. Ia pernah menjabat sebagai anggota parlemen dari Partai Konservatif periode 1987-2010 sebelum akhirnya bergabung dengan Partai Brexit dan Reform UK pimpinan Nigel Farage.
Tragedi ini semakin menambah kekhawatiran atas meningkatnya kekerasan berlatar politik di Inggris. Dalam dekade terakhir, dua anggota parlemen aktif Inggris juga tewas dibunuh, yakni Jo Cox dari Partai Buruh pada 2016 serta David Amess dari Partai Konservatif pada 2021.