Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor baru hingga 50 persen terhadap produk-produk asal Kanada yang akan berlaku dalam 30 hari. Kebijakan ini diambil Gedung Putih setelah menilai adanya perlakuan diskriminatif dari Kanada terhadap produk Amerika Serikat.
Daftar Produk yang Terdampak Tarif Impor Baru
Baca Juga
-
Laporan PBB, Angka Kelaparan Global Turun Tapi Masih di Atas Pra-Pandemi
PBB melaporkan jumlah warga kelaparan di dunia turun menjadi 645 juta pada 2025, namun angkanya...
-
MSF Desak Israel Segera Bebaskan Petugas Medis Palestina yang Ditahan
MSF mengecam keras penahanan puluhan tenaga medis Palestina oleh Israel. Banyak dokter...
-
Parlemen Prancis Sahkan Undang-Undang Reformasi Olahraga Profesional
Parlemen Prancis resmi mengesahkan UU reformasi olahraga profesional yang memberi wewenang...
-
Skandal Dana Kripto Menguncang Reform UK, Nigel Farage Terjerat Investigasi
Nigel Farage dan partai Reform UK terseret skandal dana donor kripto dari Christopher Harborne...
Berdasarkan data resmi Gedung Putih, berbagai barang konsumsi dan industri asal Kanada akan terkena tarif baru ini. Beberapa di antaranya meliputi produk minuman anggur, tongkat hoki, hingga semen.
Sebelumnya, Washington telah menerapkan tarif sebesar 15 hingga 50 persen pada produk tembaga, aluminium, dan baja asal Kanada. Selain itu, pajak sebesar 25 persen juga diberlakukan pada komponen mobil non-AS.
Alasan AS Berlakukan Tarif Tambahan
Pemerintah AS menuduh Ottawa membatasi akses pasar bagi produk alkohol, otomotif, dan susu asal Negeri Paman Sam. Kanada juga dinilai membalas tarif impor yang diterapkan Trump pada tahun sebelumnya.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menuntut pertanggungjawaban Kanada atas aksi diskriminasi dagang. Selain itu, defisit perdagangan barang AS dengan Kanada yang mencapai USD 46,4 miliar pada 2025 turut menjadi faktor penentu.
Respon PM Kanada Mark Carney
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa langkah sepihak AS telah melanggar kesepakatan perdagangan bebas trilateral (USMCA). Menurutnya, perselisihan dagang ini justru memicu lonjakan biaya hidup bagi masyarakat, terutama bagi warga Amerika Serikat.
Carney menyatakan bahwa Kanada siap mengintensifkan diskusi dan mengajukan proposal komprehensif demi menyelesaikan perselisihan. Ottawa berkomitmen untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.