Polisi menangkap tokoh oposisi India, Rahul Gandhi, di New Delhi pada Selasa (21/7/2026) sore waktu setempat. Penangkapan terjadi saat ia memimpin aksi duduk di luar kediaman Perdana Menteri Narendra Modi untuk memprotes tindakan represif aparat terhadap demonstrasi mahasiswa.
Tuntutan Mundur Pejabat Tinggi
Baca Juga
-
Anak Imigran Korban Penembakan ICE di Texas Tuntut Penyelidikan Transparan
Anak-anak imigran asal Meksiko yang tewas ditembak ICE di Texas menuntut pertanggungjawaban...
-
AS Catat 2.318 Kasus Campak di 2026, Melampaui Total Kasus Tahun Lalu
Amerika Serikat mengonfirmasi 2.318 kasus campak sepanjang 2026, melampaui rekor tahun 2025...
-
AS Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp 611 Triliun
Pemerintah AS memperkirakan biaya perang melawan Iran telah mencapai USD 37,5 miliar, naik tajam...
-
Jelang Pemilu, Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat Kian Merajalela
Serangan militer dan pemukim Israel di Gaza serta Tepi Barat semakin brutal jelang pemilu...
Aksi protes tersebut dipicu oleh penanganan keras kepolisian terhadap gerakan mahasiswa bernama "Kecoak". Dalam aksinya, Gandhi mendesak pengunduran diri PM Narendra Modi, Menteri Dalam Negeri Amit Shah, dan Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan.
Pihak kepolisian langsung memasukkan Gandhi ke dalam kendaraan operasional untuk dibawa ke kantor polisi terdekat. Kader Partai Kongres Nasional India, Pawan Khera, mengonfirmasi penangkapan paksa tersebut melalui media sosial dan menyebut adik Gandhi, Priyanka Gandhi, turut diamankan.
Eskalasi Gerakan Protes 'Kecoak'
Gelombang demonstrasi ini digerakkan oleh kelompok pemuda yang menuntut reformasi sistem pendidikan dan akuntabilitas pemerintah. Situasi kian memanas setelah polisi menggunakan gas air mata serta pentungan untuk membubarkan ribuan demonstran yang bergerak menuju gedung parlemen pada Senin lalu.
Berdasarkan data Kepolisian Delhi, bentrokan tersebut menyebabkan sekitar 180 orang mengalami luka-luka. Korban luka terdiri dari 118 personel keamanan dan 60 orang dari pihak demonstran.
Aksi Massa Terus Meluas
Gerakan yang bermula dari komunitas mahasiswa ini kini meluas dengan melibatkan kaum profesional hingga kalangan keluarga. Ribuan orang terus bertahan di kawasan Jantar Mantar, New Delhi, serta menegaskan tidak akan menduduki area tersebut sampai Menteri Pendidikan mengundurkan diri.
Pendiri Cockroach Janta Party, Abhijeet Dipke, memastikan massa aksi akan terus mengawal tuntutan mereka. Gerakan ini makin mendapatkan simpati publik setelah rekaman video yang memperlihatkan tindakan keras aparat beredar luas di media sosial.