Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Volker Turk berhasil memenangkan masa jabatan kedua dalam pemungutan suara yang digelar pada Jumat. Negara-negara anggota PBB memberikan suara 144 banding 10 dengan 13 abstain untuk mempertahankan Turk di posisinya meskipun mendapat tentangan keras dari Amerika Serikat dan Israel.
Hasil Pemungutan Suara dan Catatan Sejarah
Baca Juga
-
Anak Imigran Korban Penembakan ICE di Texas Tuntut Penyelidikan Transparan
Anak-anak imigran asal Meksiko yang tewas ditembak ICE di Texas menuntut pertanggungjawaban...
-
AS Catat 2.318 Kasus Campak di 2026, Melampaui Total Kasus Tahun Lalu
Amerika Serikat mengonfirmasi 2.318 kasus campak sepanjang 2026, melampaui rekor tahun 2025...
-
AS Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp 611 Triliun
Pemerintah AS memperkirakan biaya perang melawan Iran telah mencapai USD 37,5 miliar, naik tajam...
-
Jelang Pemilu, Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat Kian Merajalela
Serangan militer dan pemukim Israel di Gaza serta Tepi Barat semakin brutal jelang pemilu...
Masa jabatan awal Turk dijadwalkan berakhir pada 11 Oktober. Dengan kemenangan ini, ia akan kembali bertugas selama empat tahun ke depan dan mencatatkan sejarah sebagai Komisaris Tinggi HAM PBB pertama yang merampungkan dua masa jabatan penuh sejak posisi tersebut dibentuk pada 1993.
Reaksi dan Kritik Tajam dari Berbagai Negara
Amerika Serikat, Israel, Rusia, Korea Utara, serta enam negara lainnya menolak pemilihannya kembali. Turk sendiri mengaku "sangat bersyukur" atas dukungan tersebut dan menyatakan bahwa "hak asasi manusia adalah penawar dari turbulensi dan pesimisme saat ini".